SEKELOMPOK KEAGAMAAN MELAKUKAN PERKUMPULAN DI RWANDA DITANGKAP KARENA MELANGGAR ATURAN LOCKDOWN
Sekelompok lebih dari 65 orang di Rwanda barat ditangkap pada hari Sabtu karena melanggar COVID-19 lockdown saat mereka berkumpul untuk doa keagamaan, kata walikota setempat. Vestine Mukarutesi, walikota Distrik Karongi di Provinsi Barat, mengatakan bahwa kelompok itu, yang berasal dari faksi religius yang memisahkan diri dan bukan anggota gereja, ditangkap di rumah seorang anggota ketika berkumpul untuk berdoa.
Dia mengatakan pemerintah Rwanda telah memerintahkan penutupan gereja sebagai bagian dari langkah-langkah sosial untuk mengekang penyebaran virus corona baru. Orang-orang ini, yang menolak untuk membubarkan diri secara damai, ditangkap dan dibawa ke pusat rehabilitasi setempat untuk mendapat peringatan sebelum dibebaskan, katanya kepada Xinhua.
Pada hari Jumat, Kementerian Kesehatan Rwanda melaporkan 13 kasus COVID-19 yang baru dikonfirmasi, sehingga jumlah total menjadi 102. Pada bulan Maret, pemerintah Rwanda memberlakukan penguncian dengan pembatasan pergerakan dan penutupan perbatasan, tempat-tempat ibadah umum dan fasilitas pendidikan setelah kasus pertama yang dikonfirmasi dilaporkan. Lockdown diperpanjang dua minggu lagi hingga 19 April pada hari Rabu pekan lalu.

Comments
Post a Comment