SAAT RAMADAN TERJADI LEDAKAN BOM DI SURIAH YANG MENEWASKAN PULUHAN ORANG
Pada Selasa (28/4), sebuah bom dimuat di sebuah truk pengangkut bahan bakar dan menewaskan lebih dari 22 orang, termasuk enam pemberontak yang didukung Turki di bawah dukungan Turki. Rami Abdul Rahman, kepala Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah di Inggris.
Inggris juga mengatakan pada hari Rabu, "Di sebuah pasar di Afrin, sebuah bom yang dipasang pada sebuah truk bahan bakar meledak, menyebabkan setidaknya Orang-orang terbunuh, termasuk warga sipil, dan 27 lainnya terluka. "Rabu (9/ 4).
Kota Afrin saat ini dikendalikan oleh kelompok pemberontak yang didukung Turki, Tentara Pembebasan Suriah (FSA). Rahman mengatakan jumlah kematian dapat meningkat karena beberapa orang terluka dalam situasi kritis. Tidak jelas siapa yang berada di balik serangan bom itu.
Sejak pasukan Turki dan pemberontak merebut daerah itu dari pasukan Kurdi pada Maret 2018 setelah melakukan serangan udara dan darat, insiden ini telah menjadi salah satu peristiwa besar yang mengejutkan Afrika. Kementerian Pertahanan Turki menuduh serangan itu dilakukan oleh Pasukan Perlindungan Kurdi (YPG).
Turki menganggap YPG sebagai organisasi teroris, sementara departemen militer PKK dinyatakan ilegal dan memberontak di Turki selama tiga puluh tahun. Kementerian Pertahanan Turki tweeted,"Sekali lagi, musuh kemanusiaan dari PKK / Al-Shabaab telah menargetkan warga sipil yang tidak bersalah di Afrin."
Pada Januari, sebuah bom mobil menewaskan tujuh orang di kota Azaz, Suriah, di bawah kendali pasukan pro-Turki. Perang Suriah sejak 2011 telah menewaskan lebih dari 380.000 orang, memaksa lebih dari setengah populasi negara itu mengungsi.

Comments
Post a Comment