PASIEN YANG MELARIKAN DIRI DARI RUMAH SAKIT TERNYATA SUDAH MELAKUKAN TES NEGATIF CORONAVIRUS
Seorang lelaki berusia 26 tahun yang menurut otoritas melarikan diri dari rumah sakit Zimbabwe sebelum dia bisa di tes koronavirus menyerahkan dirinya untuk tes Selasa, kata kementerian informasi Zimbabwe.Pasien sekarang telah di tes negatif untuk virus dan telah di keluarkan dari klinik, tambah kementerian. Zimbabwe telah memmiliki kasus koronavirus yang di konfirmasi.
Otoritas kesehatan mengatakan pria itu melarikan diri dari Rumah Sakit Penyakit Menular Wilkins pada hari Senin setelah ia dirawat di klinik pada 8 Maret. Dia memiliki gejala termasuk demam, bersin, dan batuk, menurut kementerian kesehatan. Meskipun gejalanya tidak memenuhi definisi kasus WHO untuk coronavirus seperti penyakit pernapasan akut.
Pejabat kesehatan mengatakan mereka ingin mengujinya sebagai tindakan pencegahan tetapi ia meninggalkan rumah sakit pada Senin sebelum tes dapat dilakukan, kata kementerian kesehatan. Kementerian kesehatan telah melaporkan masalah ini ke polisi dan juga mengirim pejabat ke rumah pria itu. Sementara itu, negara-negara Afrika bersiap menghadapi pandemi dan telah menempatkan inisiatif untuk melindungi warganya.
Di ibukota Rwanda, Kigali, penumpang harus mencuci tangan dengan sabun dari keran seluler yang dipasang di halte bus sebelum naik ke pesawat. Video warga mencuci tangan dengan fasilitas ini di Kigali dibagikan oleh koran lokal New Times pada hari Selasa.
Sejauh ini, sebelas negara Afrika termasuk Aljazair, Burkina Faso, Republik Demokratik Kongo, Afrika Selatan, Senegal, Tunisia, Togo, Mesir, Kamerun, Nigeria dan Maroko telah melaporkan lebih dari 100 kasus virus korona, kata Organisasi Kesehatan Dunia, Selasa. Burkina Faso mencatat dua kasus pada hari Selasa, kata WHO. Para pasien adalah pasangan, salah satunya baru saja kembali dari Perancis, di mana otoritas kesehatan berlomba untuk mengendalikan penyebaran virus baru.
Pasangan ini berada di bawah karantina di negara tersebut. Negara Afrika Barat adalah yang keenam di Afrika sub-Sahara untuk melaporkan kasus positif virus. Kongo mendaftarkan kasus pertamanya pada hari Rabu, sehingga jumlah total kasus di benua itu menjadi lebih dari 105, menurut tweet WHO .

Comments
Post a Comment