PARIWISATA FILIPINA TERANCAM MENURUNNYA WISATAWAN YANG DATANG AKIBAT CORONAVIRUS



Filipina mencatat 8,2 juta kedatangan wisatawan internasional pada tahun 2019, tertinggi baru sepanjang masa dengan peningkatan 20,81 persen tahun-ke-tahun, Departemen Pariwisata Filipina (DOT) mengatakan pada hari Senin. Namun, wabah penyakit coronavirus (COVID-19) yang baru telah menjadi ancaman bagi pasar pariwisata inbound-nya.

Dalam upaya untuk meredam penyebaran penyakit ini, Filipina telah memberlakukan pembatasan perjalanan pada pengunjung yang datang dari daratan Cina, wilayah administrasi khusus Hong Kong dan Makau serta Provinsi Gyeongsang Utara Korea Selatan. Korea Selatan dan Cina tetap sebagai pasar penghasil pengunjung terbesar Filipina dengan hampir 2 juta kunjungan dari Korea Selatan dan lebih dari 1,74 juta dari daratan Cina tahun lalu.

Bersama-sama menyumbang 45,18 persen dari total kedatangan pengunjung internasional. Data dari MOT juga menunjukkan bahwa, dari 9,31 miliar dolar AS dari pendapatan pariwisata yang dihasilkan oleh pengunjung internasional tahun lalu, wisatawan Korea Selatan menghabiskan lebih dari 2,6 miliar dolar AS selama perjalanan mereka ke Filipina, sementara turis Tiongkok menghabiskan 2,3 miliar dolar AS.

Sekretaris Pariwisata Bernadette Romulo-Puyat mengatakan angka yang terus meningkat dalam pengunjung yang masuk dan pendapatan yang sesuai yang diperoleh dari pengeluaran agregat mereka menegaskan pentingnya sektor pariwisata sebagai pendorong ekonomi utama. Menurut Roberto Zozobrado, ketua Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA), industri pariwisata Filipina menderita karena ketakutan COVID-19.

Boracay, salah satu tujuan wisata utama negara itu, adalah salah satu daerah yang dilanda epidemi. Khususnya selama Tahun Baru Imlek lalu, ada penurunan yang signifikan pada turis Tiongkok ketika dulu dipenuhi orang banyak, katanya. Untuk mengatasi kemunduran pariwisata yang disebabkan oleh wabah koronavirus dan untuk memikat wisatawan ke negara itu.

Perusahaan anggota Kongres Pariwisata Filipina menawarkan diskon hingga 50 persen untuk hotel, peningkatan gratis, dan barang-barang gratis seperti sarapan. Perusahaan-perusahaan lain menawarkan tarif individual kepada pelanggan perusahaan atau pemerintah untuk tur dan akomodasi hotel, yang 15 sampai 30 persen lebih murah, lapor Reuters. Sejauh ini, Filipina telah melaporkan tiga kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dengan satu kematian.

Comments

Popular posts from this blog

CHAD MENDAPATKAN PUJIAN UNI EROPA KARENA TELAH MENGHAPUS HUKUMAN MATI

AS DAN TALIBAN MELAKUKAN KESEPAKATAN YANG BISA MENGARAH PADA PENARIKAN PASUKAN AS

3 mahasiswa di malang tanam ganja di rumah kontrakan