TURKI AKAN MERESPON TEGAS DENGAN SERANGAN YANG DI LAKUKAN OLEH SURIAH
Presiden mengatakan sehari setelah pasukan Turki dan Suriah terlibat dalam bentrokan paling mematikan sejak Ankara mengirim pasukan ke Suriah pada 2016. Suriah penembakan pemerintah atas posisi Turki di provinsi Idlib yang dikuasai oposisi menewaskan sedikitnya lima tentara Turki dan tiga warga sipil, kata Ankara. Api balasan dari Turki menewaskan sedikitnya 13 pasukan pemerintah Suriah, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.
Pertempuran itu "merupakan pukulan terhadap upaya gabungan (Rusia-Turki) yang bertujuan membawa perdamaian ke Suriah," kata Erdogan kepada Putin, menurut kepresidenan Turki. Moskow, yang mendukung pemerintah Bashar al-Assad, dan Ankara, yang mendukung beberapa kelompok pemberontak yang menentangnya, adalah dua pialang asing utama dalam konflik Suriah yang telah berlangsung hampir satu dekade.
Media Turki melaporkan Selasa bahwa Erdogan mengatakan negara itu tidak akan membiarkan pemerintah Suriah memperoleh tanah di Idlib."Suriah saat ini berusaha mendapatkan wilayah dengan mengusir orang-orang tak berdosa dan miskin di Idlib menuju perbatasan kami," kata Erdogan seperti dikutip oleh harian Cumhuriyet. "Kami tidak akan memberi Suriah kesempatan untuk mendapatkan wilayah di sana karena ini menambah beban kami.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan Selasa untuk mengakhiri pertempuran antara Turki dan Suriah di Idlib. Guterres mengatakan kepada wartawan bahwa "sangat mengkhawatirkan" bahwa tentara Turki dan tentara Suriah sekarang "saling membom" di wilayah barat laut yang bergolak itu.

Comments
Post a Comment