PBB MENGATAKAN AFRIKAN MENUNJUKKAN PENINGKATAN ANGKA KELAPARAN MENCAPAI 239 JUTA



Sekitar 239 juta orang di sub-Sahara Afrika menderita kelaparan dan kekurangan gizi, seorang pejabat senior Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengatakan pada hari Sabtu."239 juta orang di sub-Sahara Afrika menderita kelaparan dan kekurangan gizi. Satu-satunya cara kita dapat mencapai nol adalah melalui perdamaian dan keamanan.

Mari kita bungkam senjata dengan bekerja sama untuk perdamaian dan pembangunan." kata Marina Helena Semedo, Wakil Direktur Jenderal FAO, di sela-sela Sesi Biasa 33 Dewan Eksekutif AU di ibukota Ethiopia, Addis Ababa. Semedo mengatakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs) telah memasukkan beberapa target utama termasuk secara dramatis mengurangi tingginya jumlah orang Afrika sub-Sahara yang menderita kemiskinan, kelaparan dan kekurangan gizi.

"SDG bertujuan untuk mempercepat kemajuan menuju penghapusan kemiskinan serta mengakhiri kelaparan dan kekurangan gizi dengan memanfaatkan potensi pertanian yang kurang didukung untuk mendorong upaya masing-masing negara untuk mencapai agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan," katanya.

Wakil Direktur Jenderal FAO juga menekankan badan PBB saat ini menerapkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin pedesaan."Dalam konteks ini inisiatif FAO di tangan mengidentifikasi peluang terbaik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin pedesaan melalui transformasi pertanian".

"Keberhasilan inisiatif bergantung pada inovasi dan investasi untuk mempercepat transformasi agro-pangan dan pembangunan pedesaan berkelanjutan terutama di negara-negara di mana kapasitas nasional dan dukungan internasional terbatas atau di mana populasi rentan terhadap bencana alam atau konflik," kata Semedo.

Pada bulan September 2019, FAO meluncurkan inisiatif bergandengan tangan untuk membantu mencapai SDG, terutama mengakhiri kemiskinan dan kelaparan. Inisiatif ini bertujuan untuk menggunakan teknologi dan metodologi inovatif untuk mengidentifikasi peluang terbaik untuk meningkatkan mata pencaharian penduduk pedesaan.

Josefa Sacko, Komisaris AU untuk Ekonomi Pedesaan dan Pertanian Uni Afrika, mengatakan ide-ide baru diperlukan untuk mengakhiri tantangan kembar kelaparan dan kemiskinan."Dua tantangan yang saling terkait di zaman kita terus bertahan di benua ini. Sudah waktunya untuk mengakui bahwa bisnis seperti biasa dan melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda mengalahkan kemah kebijaksanaan," kata Sacko.

Komisaris AU untuk Ekonomi Pedesaan dan Pertanian juga menekankan mengakhiri berbagai konflik di benua Afrika sangat penting jika tujuan ketahanan pangan di seluruh benua itu harus direalisasikan."Kita perlu secara kreatif menemukan landasan bersama dan mekanisme bersama untuk mengatasi hubungan antara konflik dan ketahanan pangan." kata Sacko.

Comments

Popular posts from this blog

CHAD MENDAPATKAN PUJIAN UNI EROPA KARENA TELAH MENGHAPUS HUKUMAN MATI

AS DAN TALIBAN MELAKUKAN KESEPAKATAN YANG BISA MENGARAH PADA PENARIKAN PASUKAN AS

3 mahasiswa di malang tanam ganja di rumah kontrakan