TIGA NEGARA MELAKUKAN PERTEMUAN UNTUK MENYELESAIKAN SENGKETA BENDUNGAN NIL



Ethiopia, Mesir, dan Sudan memulai pembicaraan pada hari Rabu untuk menyelesaikan perselisihan yang sudah berlangsung lama mengenai proyek Dam Renaissance Grand Ethiopia di Blue Nile. Pembicaraan yang dipantau AS dimulai di ibukota Sudan, Khartoum, dengan harapan bahwa negara-negara tersebut dapat mencapai solusi damai untuk meredakan ketegangan.

Mesir telah lama menyatakan kekhawatiran bahwa membangun bendungan $ 5 miliar akan mengancam pasokan air yang telah memberi makan pertanian dan ekonomi Mesir selama ribuan tahun. Ethiopia di sisi lain berharap bendungan itu akan membantu menjadikannya pengekspor energi terbesar di Afrika, dan telah menghilangkan kekhawatiran bahwa bendungan itu akan mengancam pasokan air Mesir.

PM Ethiopia Abiy dan Presiden el-Sisi telah bertemu pada banyak kesempatan sebelumnya, tetapi kesepakatan tetap sulit dipahami. Namun keduanya menyatakan keyakinannya bahwa perselisihan akan diselesaikan secara damai. Setelah selesai, Grand Renaissance Dam akan menjadi yang terbesar di Afrika.

AS dan Bank Dunia bertindak sebagai pengamat dalam pembicaraan terakhir setelah Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi tahun lalu memohon Washington dan masyarakat internasional untuk menengahi solusi bagi perselisihan selama bertahun-tahun.

Sengketa sekarang tetap pada kerangka waktu untuk pengisian reservoir bendungan. Mesir menginginkan durasi yang lebih lama yang katanya akan meminimalkan kekurangan air. Kedua pihak akan bertemu lagi minggu depan di Washington untuk perundingan putaran lain yang bertujuan mencapai kesepakatan akhir.

Comments

Popular posts from this blog

CHAD MENDAPATKAN PUJIAN UNI EROPA KARENA TELAH MENGHAPUS HUKUMAN MATI

AS DAN TALIBAN MELAKUKAN KESEPAKATAN YANG BISA MENGARAH PADA PENARIKAN PASUKAN AS

3 mahasiswa di malang tanam ganja di rumah kontrakan