SERANGAN FATAL DILAKUKAN OLEH SEORANG PRIA BERSENJATA DIPANGKALAN ANGKATAN LAUT



Penembak pangkalan angkatan laut menyelenggarakan pesta makan malam untuk menonton video penembakan massal pada malam sebelum serangan fatal, kata seorang pejabat AS kepada The Associated Press. Satu dari tiga siswa yang menghadiri pesta makan malam direkam di luar gedung ketika penembakan itu terjadi di Stasiun Udara Naval Pensacola pada hari Jumat, kata pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonimitas setelah diberi pengarahan oleh otoritas federal.

Dua siswa Saudi lainnya menyaksikan dari sebuah mobil, kata pejabat itu. Pejabat itu mengatakan 10 siswa Saudi ditahan di pangkalan itu hari Sabtu sementara beberapa lainnya tidak diketahui. Pejabat A.S. sebelumnya telah memberi tahu AP bahwa mereka sedang menyelidiki kemungkinan kaitannya dengan terorisme. Siswa melepaskan tembakan di ruang kelas di pangkalan Jumat pagi, menewaskan tiga orang.

Seorang pejabat AS yang berbicara kepada The Associated Press dengan syarat anonim pada hari Jumat mengidentifikasi penembak sebagai Mohammed Saeed Alshamrani. Pejabat itu tidak berwenang membahas masalah ini secara terbuka. Pejabat itu juga mengatakan FBI sedang memeriksa pos-pos media sosial dan menyelidiki apakah ia bertindak sendiri atau terhubung dengan kelompok yang lebih luas.

Anggota keluarga pada hari Sabtu mengidentifikasi salah satu korban sebagai lulusan Akademi Angkatan Laut A.S. yang baru berusia 23 tahun yang memberi tahu responden pertama tentang di mana penembak itu berada bahkan setelah ia ditembak beberapa kali."Joshua Kaleb Watson menyelamatkan nyawa yang tak terhitung jumlahnya hari ini dengan miliknya," tulis Adam Watson di Facebook. "Dia meninggal sebagai pahlawan dan kita sangat bangga tetapi ada lubang di hati kita yang tidak pernah bisa diisi."

Florida A. Senator Rick Scott mengeluarkan pernyataan pedas yang menyebut penembakan itu - yang kedua di pangkalan angkatan laut A.S. minggu ini - tindakan terorisme "apakah individu ini termotivasi oleh Islam radikal atau secara mental tidak stabil. Selama konferensi pers Jumat malam, FBI menolak untuk melepaskan identitas penembak dan tidak akan mengomentari kemungkinan motivasinya.

"Ada banyak laporan yang beredar, tetapi FBI hanya berurusan dengan fakta," kata Rachel L. Rojas, agen khusus FBI yang bertanggung jawab atas Kantor Lapangan Jacksonville. Sebelumnya Jumat, dua pejabat AS mengidentifikasi siswa tersebut sebagai letnan dua di Angkatan Udara Saudi, dan mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki apakah serangan itu terkait terorisme. Mereka berbicara dengan syarat anonimitas untuk mengungkapkan informasi yang belum dipublikasikan.

Comments

Popular posts from this blog

CHAD MENDAPATKAN PUJIAN UNI EROPA KARENA TELAH MENGHAPUS HUKUMAN MATI

AS DAN TALIBAN MELAKUKAN KESEPAKATAN YANG BISA MENGARAH PADA PENARIKAN PASUKAN AS

3 mahasiswa di malang tanam ganja di rumah kontrakan