PEREMPUAN DI NEPAL SERING SEKALI DIUSIR PONDOK MENSTRUASI



Sebagian besar perempuan di Nepal bagian barat tengah diusir dari rumah mereka beberapa kali dalam setahun, menurut sebuah penelitian baru-baru ini. Dikirim ke"pondok menstruasi"biasanya dalam bentuk kandang kecil atau tempat penampungan hewan gadis-gadis sering terisolasi, dingin dan rentan terhadap serangan selama ritual perpindahan bulanan mereka.

Terkait dengan Hindu, praktik ini disebut chhaupadi dan didasarkan pada keyakinan bahwa perempuan "tidak murni" ketika mereka berada di masa mereka, dan karenanya harus dihindari. Penganut percaya bahwa membuang mereka setiap bulan diperlukan untuk menghindari kemalangan. Meskipun chhaupadi dikriminalisasi pada 2005, praktik itu masih tersebar luas di Nepal, dengan para peneliti menemukan bahwa 77 persen anak perempuan yang disurvei masih tinggal di gubuk-gubuk ini saat mereka masih dalam masa mereka.

Pada bulan April, para peneliti dari University of Bath melakukan kelompok fokus dengan remaja dan wanita berusia 25-45 tahun, bersama dengan survei terhadap 400 gadis berusia antara 14-19 di Nepal bagian barat tengah. 60 persen dari gadis-gadis yang disurvei tahu itu ilegal, namun mereka juga cenderung mempraktikkan chhaupadi seperti mereka yang tidak tahu.

Sementara penganut berpegang teguh pada takhayul dan praktik budaya yang tertanam kuat, gadis-gadis yang diasingkan menghadapi kelaparan, penyakit dan dalam beberapa kasus, kematian. Pada bulan Januari, seorang wanita dan dua putranya ditemukan tewas setelah mati lemas di gubuk menstruasi.

Dalam kasus di mana gubuk rusak, para wanita pada dasarnya menjadi tunawisma. "... Jika mereka tidak memiliki akses ke pondok chhau, atau jika telah rusak atau dihancurkan, kami mendengar bukti anekdotal bahwa perempuan sering dipaksa tidur di luar, terbuka untuk elemen, atau dengan hewan," tulis surat kabar itu. penulis dalam Masalah Kesehatan Seksual dan Reproduksi.

"Ini adalah tentang mengubah praktik dan perilaku budaya yang sudah mendarah daging, dan sementara mengubah hukum itu penting, studi ini menunjukkan bahwa itu akan mengambil lebih dari itu. Ini adalah praktik yang telah berlangsung selama beberapa generasi dan generasi," kata Dr. Jennifer Thomson , seorang peneliti yang terlibat dalam penelitian ini.

Comments

Popular posts from this blog

CHAD MENDAPATKAN PUJIAN UNI EROPA KARENA TELAH MENGHAPUS HUKUMAN MATI

AS DAN TALIBAN MELAKUKAN KESEPAKATAN YANG BISA MENGARAH PADA PENARIKAN PASUKAN AS

3 mahasiswa di malang tanam ganja di rumah kontrakan