MOTIF SUAMI YANG MEMBUNUH ISTRINYA DENGAN MENANCAPKAN PISAU KARENA TIDA DIHARGAI
Wanita di Jembar yang tewas dengan pisau menancap di perut merupakan korban pembunuhan. Ia di bunuh suaminya sediri yang merasa tidak di hargai. Fani (26) ditemukan di kamar rumahnya di Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari, Minggu (27/10) pagi. Belakangan terungkap, Fani di bunuh oleh suaminya sendiri, Rendi (32).
“Pembunuhan dilakukan tersangka karena merasa tidak di hargai. Selain itu juga ada persoalan ekonomi,”kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, Senin (28/10). Namun menurut Alfian, tersangka menjelaskan secara detail ketika di tanya dihargai seperti apa. Tersangka hanya mengaku harga dirinya sebagai suami sering di abaikan oleh sang istri.
“Hanya mengatakan tidak di hargai, tidak diorangkan sebagai laki-lakidan suami,”imbuh Alfian. Demikian juga mengenai masalah ekonomi, tersangka juga belum mengatakan ada masalah apa,”tambah Alfian. Menurut keterangan warga, korban sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci pakaian di salah satu tempat laundry. Korban juga memiliki sampingan usaha jual beli online.
“Mbak Fani sehari-hari bekerja sedi tempat laundry di Gladak Paket. Selain itu juga beli online,”kata tetangga sebelah rumah korban, Sri Patmiati. Sementara suami korban merupakan petugas keamanan pabrik pengelolahan karet milik PTPN 12.”Suaminya bekerja sama dengan suami saya, sebagai petugas keamanan pabrik. Kalau pak Rendi (suami korban) bekerja di pabrik depan, kalau suami saya di belakang atas,”katanya.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, ketua RT perumahan tempat tinggal korban, Anang Cahyono mengatakan, suami korban merupakan orang yang ramah dan akrab dengan warga.”Berbelok belakang dengan istrinya yang pendiam dan jarang bersosialisasi. Kerja nya dari pagi sampai jam 4 sore di tempat laundry. Selain itu korban juga berbisnis jual beli online,”kata pria yang juga merupakan suami dari Sri Patmiati itu.

Comments
Post a Comment