DUA WARGA TERENGGALEK TEWAS SAAT MENGGALI SUMUR KARENA KERACUNAN GAS
Dua warga Kecamatan Panggul Trenggalek tewas akibat keracunan gas karbon monoksida saat menggali sumur di rumah salah seorang warga. Sedangkan satu korban yang lain nya berhasil di selamatkan. Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjutak mengatakan kedua korban tewas adalah Riyanto (29) dan Pramuji (50), keduanya warga Desa Depok, Kecamatan Panggul. Sedangkan korban ketiga yang berhasildi selamatkan adalah Sujito (32) warga Bodag, Kecamatan Panggul.
“Lokasi penggalian sumur ini di kebun milik Misran di Desa Depok. Proses Penggalian ini dilakukan sejak beberapa hari yang lalu secara bergantian oleh lima orang. Hari ini tadi menggali lagi yang di mulai jam 7 pagi,”kata Calvijn, kamis (17/10). Setelah mencapai kedalaman 15 meter, akhirnya muncul mata air. Untuk menguras air tersebut, para penggali sumur kemudian memasukkan mesin sedot air berbahan bakar bensin ke dalam sumur.
“Saat itu di dalam sumur ada korban Riyanto, kemudian berselang beberapa saat mesin mati, saat itulah korban Pramuji memanggil Riyanto, namun tidak ada jawaban,”ujarnya. Mengetahi dengan hal itu. Ia mencoba menengol ke dalam sumur dan mendapati Riyanto dalam kondisi lemas. Pramuji akhirnya langsung turun dan mengevakuasi rekan nya dengan cara di ikat menggunakan tali.
Namun saat berada di tengah sumur, Pramuji lemas hingga akhirnya terjatuh ke dasar sumur bersama korban Riyanto. Sementara yang lain Sujito turuj untuk memberikan pertolongan kepada dua rekan nya.”Akhirnya dengan bantuan teman-teman nya yang lain para korban berhasil di angkat ke atas. Namun sampai di atas penulong yang terakhir langsung di larikan ke Puskesmas Bodag,”jelas Cavijn.
Dari ketiga korban yang keracunan gas pembuangan mesin sedot air teresbut, dua di antaranya meninggal dunia, yakni Riyanto dan Pramuji. Sedangkan Sujito berhasil selamat setelah mendapatkan perawawatan medis.”Dari hasil pemeriksaan medis, para korban ini meninggal dunia karena menghirup gas karbon monoksida dari mesin sedot air itu,”jelas nya.
Dari hasil penyelidikan, polisi tidak menemukan adanya unsur pidana atau kekerasan dalam kejadian tersebut. Sedangkan pihak keluarga menyatakan menerima dengan ikhlas kematian para korban. "Pihak keluarga sudah menandatangani surat pernyataan menerima kejadian itu. Dan saat ini mereka sudah kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," kata Calvijn.

Comments
Post a Comment