BULAN DEPAN PENGUNGSI ROHINGYA AKAN DIPINDAHKAN KE SUATU PULAU OLEH BANGLADESH



Otoritas Bangladesh akan mulai merelokasi sejumlah pengungsi Ronghingya ke sebuah pulau yang rawan di landan banjir. Ribuan pengungsi Rohingya disebut sudah sepakat untuk di pindahkan ke pulau tersebut mulai bulan depan. Pada Senin (21/10), otoritas Bangladesh diketahui ingin memindahkan sekitar 100 ribu pengungsi Rohingya ke Bhasan Char, sebuah pulau di perairan Teluk Benggala, untuk mengurangi kepadatan di kamp-kamp pengungsian di wilayah Cox’s Bazar.

Pulau itu berjarak beberapa jam jadi di tempuh dengan kapal dari daratan utama Bangladesh. Kamp-kamp di Cox’s Bazar di ketahui kini menapung lebh dari 1 juta pengungsi Rohingya yang kabur dari kekerasan militer di Rakhine, Myanmar.”Kami ingin mulai merelokasi pada awal bulan depan,”sebut Kepala Komisi Pemulihan dan Repatriasi di Cox’s Bazar, Mahbud Alam Talukder. Di tambahkan Taluder bahwa para pengungsi akan memindahkan secara bertahap.

“Para pejabat sedang menyusun daftar pengungsi yang bersedia pindah ke sana,”imbuh Taluder, sembari menyebut bahwa hingga Sabtu (19/10) waktu setempat, sekitar 7 ribu pengungsi Rohingya beredia untuk di relokasi ke pulau tersebut. Sejumlah kelompok HAM menyampaikan atas rencana relokasi tersebut. Penyebabnya, pulau yang akan menjadi tepat tinggal baru para pengungsi Rohingya sangat terpencil dan rawan dilanda kehancuran akibat badai.

Kebanyakan pengungsi menolak rencana relokasi, yang dikhawatirkan para pakar HAM akan memicu situasi krisis baru.”Ada sejumlah hal yang tetap tidak diketahui oleh saya bahkan setelah saya melakukan kunjungan, salah satunya adalah apakah pulau itu sungguh bisa di huni,”sebut Pelapor Khusus PBB untuk HAM di Myanmar, Yanghee Lee, yang datang berkunjung ke pulau itu pada Januari lalu.

Sekretaris pada Kementerian Penanggulangan Bencana Bangladesh, Shah Kamal, menegaskan bahwa pemerintah Bangladesh telah berdiskusi dengan sejumlah badan PBB soal rencana relokasi pengungsi Rohingya ke pulau Bhasan Char. Rencana relokasi itu telah dimatangkan dalam tiga tahun terakhir. "Tidak ada alasan untuk khawatir soal banjir karena kami telah membangun tanggul gelombang dan badai, dengan semua fasilitas lainnya," tegasnya. Tidak akan ada yang di pindahkan ke sana secara paksa,”imbuh Shah Kamal.

Comments

Popular posts from this blog

CHAD MENDAPATKAN PUJIAN UNI EROPA KARENA TELAH MENGHAPUS HUKUMAN MATI

AS DAN TALIBAN MELAKUKAN KESEPAKATAN YANG BISA MENGARAH PADA PENARIKAN PASUKAN AS

3 mahasiswa di malang tanam ganja di rumah kontrakan