POLISI DI BANGLADESH DIBERIKAN SANKSI KARENA MEMAKSA KORBAN PEMERKOSA MENIKAH DENGAN PELAKU
Dua polisi Bangladesh di jatuhi sanksi di siplin setelah memaksa seorang korban pemerkosaan untuk menikahi salah satu pelaku. Keluarga korban menyebut korban di paksa untuk menikah di kantor polisi setempat. Jumat (13/9), korban yang merupakan korban dari tiga anak ini menuduh lima pria menyekap diri nya di sebuah ruangan dan memperkosa nya berkali-kali. Pemerkosaan terjadi antara 29-31 Agustus lali di wilayah Pabna, Bangladesh.
Pekan ini, keluarga korban mengungkap bahwa korban di paksa untuk menikah dengan salah sati pemerkosa nya oleh polisi setempat. Dituturkan saudara laki-laki dari korban kepada surat kabar nasional Bangladesh, Daily Star, bahwa para polisi di kantor polisi setempat memaksa korban untuk menandatangani dokumen yang isinya sepakat menceraikan suaminya dan menikah dengan tersangka utama.
Pernikahan paksa itu terjadi saat korban pertama kali mengajukan laporan ke polisi setempat, pekan lalu. Dalam pernyataan pada Kamis (12/9) waktu setempat, Wakil Kepala Kepolisian Pabna, Mohammad Ibne Mizan, menyebut bahwa pernikahan paksa itu merupakan bagian dari upaya untuk mencegah para tersangka pemerkosaan untuk diadili.
"Kami telah menonaktifkan sub-Inspektur Ekramul Haq karena membantu pernikahan antara korban dan salah satu pelaku pemerkosaan, yang juga tersangka utama," sebut Mohammad Ibne Mizan. "Kami juga memutasi petugas yang bertanggung jawab di kantor polisi Pabna Sadar setelah dia membiarkan pernikahan terjadi di dalam kompleks kantor polisi tersebut," imbuhnya.
Tidak disebutkan lebih lanjut berapa lama Haq dinonaktifkan dan ke mana satu petugas kepolisian lainnya dimutasi. Terkait kasus pemerkosaan ini, setidaknya empat tersangka telah ditangkap polisi. Salah satu tersangka, sebut Daily Star, merupakan pejabat level rendah pada Partai Liga Awami yang berkuasa di Bangladesh.

Comments
Post a Comment