EKSEKUTOR EDI DAN DANA MERASA TERTIPU DENGAN PEMBERIAN DANA YANG DIPERSETUJUI
Dua orang eksekutor Edi Chandera Purnama alias Pupung Sadili alias ECP dan M. Adi Pradana alias Dana alias D, bernama Kuswanto Agus alias A dan Muhammad nur Sahid alias S merasa tertipu oleh Aulia Kesuma alias AK. Pasalnya, A dan S yang berasal dari Lampung ini mengaku akan bekerja membersihkan gudang di kediaman aulia di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
“Pertama di telepon untuk mengerjakan bersih-bersih gudang. Ternyata sampai sini perencanaan pembunuhan berubah,”kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto Polda Metro Jaya, Senin (2/9).
Mereka diiming-iming akan dibayar sebesar Rp200 juta. Namun, baru diterima Rp10 juta. "Pekerjaan buruh tani. (Bunuh) Ini baru pertama kali. Sampai sini perencanaan berubah, setelah diiming-iming uang Rp200 juta, tertarik untuk membantu AK. Yang dijanjikan saudara AK Rp200 juta, masing-masing. Belum dibayar, baru dikasih Rp10 juta untuk pulang ke Lampung," kata Suyudi.
Seperti diketahui sebelumnya, subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya tengah mencari seorang pembantu dan suaminya, yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Edi Chandra Purnama alias ECP (54), dan M. Adi Pradana alias Dana alias D (23).
Dua orang yang saat ini buron tersebut berperan sebagai orang yang mengenalkan Aulia Kesuma alias AK kepada para eksekutor.”Mantan pembantu dan suami pembantu itu masih kita cari, masih di buru,”kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol raden Prabowo argo Yuwono, Rabu (28/8).
Dan pada saat ini katanya tim masih melakukan pelacakan di mana keberadaan ke dua orang tersebut.”masih dalam pengerjaan tim kita,”kata nya.

Comments
Post a Comment