CATATAN YANG DIBERIKAN OLEH KONTRAS SURABAYA SOAL CARA POLISI MENANGANI MAHASISWA PAPUA



Komisi Untuk Orang Hilang dan korban Tindak Kekerasan (KonraS) Surabaya menyayangkan sikap polisi dalam penanganan mahasiswa Papua yang menghuni Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya. Dalam insiden yang terjadi pada 16 dan 17 Agustus, Kontras memiliki beberapa catatan tersebut terkait penanganan dari pihak polisi.

“Pertama sebelumnya bisa di tangani dari awal, ketika memang dalam proses ini polisi bisa tegas dalam memberikan perlindungan terhadap mahasiswa Papua,”kata Koordinator Kontras Surabaya Fathkul Choir, Senin (19/8).

“Kenapa kita melihat dalam konteks ini polisi tidak tegas. Pertama ada rumor isu yang berkembang terkait dengan soal rusak nya bendera itu. Kemudian ketika ormas mengepung, melakukan pelemparan dan lain sebagainya, ujaran kebencian, ini tidak ada tindakan apapun dan terkesan di biarkan begitu saja,”ujar Fathkul.

Catatan yang kedua, kata Fathkul, Kontras menyayangkan apa yang mereka sebut penangkapan 43 mahasiswa Papua oleh polisi di anggap berlebihan.”Kedua, proses penangkapan di lakukan oleh apparat terhadap sejumlah mahasiswa Papua ini sangat berlebihan kami melihatnya. Harus yang di lakukan polisi memberikan jaminan perlindungan kepada teman-teman Papua. Tidak kemudian melakukan penangkapan dengan cara-cara menggunakan kekuatan yang berlebihan,”lanjut Fatkhul.

Fatkhul menambahkan kontras trus melakukan pendampingan kepada sejumlah mahasiswa Papua yang satu di Polrestabes Surabaya.”Ya dalam beberapa hari ini kita melakukan pendampingan. Ketika mereka di tangkap dan di-BAP di Polrestabes Surabaya, kita juga melakukan pendampingan,”tandas Fatkhul.

Comments

Popular posts from this blog

CHAD MENDAPATKAN PUJIAN UNI EROPA KARENA TELAH MENGHAPUS HUKUMAN MATI

AS DAN TALIBAN MELAKUKAN KESEPAKATAN YANG BISA MENGARAH PADA PENARIKAN PASUKAN AS

3 mahasiswa di malang tanam ganja di rumah kontrakan