ZONA HIJAU KEDUTAAN AS DI IRAK DIHANTAM OLEH ROKET



Pengurus Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi pada hari Minggu mengutuk serangan roket terhadap kedutaan AS di Zona Hijau di Baghdad tengah. Satu serangan terjadi sekali lagi terhadap misi diplomatik asing ketika roket Katyusha mendarat di dalam kampus kedutaan AS, kata pernyataan Abdul Mahdi di halaman Twitter resminya.

"Kami mengecam kelanjutan dari tindakan yang dikutuk dan melanggar hukum ini yang melemahkan negara dan melemahkan kedaulatannya," kata pernyataan itu. Abdul Mahdi, panglima tertinggi pasukan Irak, mengatakan bahwa ia telah memerintahkan pasukan Irak untuk mengerahkan dan mencari para penyerang, serta meluncurkan penyelidikan atas insiden itu, untuk menangkap mereka yang menembakkan roket-roket ini, menurut untuk pernyataan itu.

"Kelanjutan dari tindakan yang tidak bertanggung jawab seperti itu, yang membuat seluruh negara menanggung konsekuensi dan dampak seriusnya, akan menyebabkan kerusakan kepentingan negara yang lebih tinggi dan hubungannya dengan teman-temannya, yang dapat mengubah Irak menjadi medan perang," pernyataan itu menambahkan.

Setidaknya lima proyektil ledakan mendarat di dekat kedutaan AS di ibukota Irak, Baghdad, pada hari Minggu. Masih belum diketahui apakah ada cedera yang berasal dari insiden tersebut. Belum ada yang mengklaim bertanggung jawab untuk meluncurkan proyektil. Ketegangan di Baghdad tetap tinggi menyusul protes selama berminggu-minggu, dengan para demonstran mengekspresikan kemarahan dan kelelahan atas manajemen pemerintah Irak dan kelanjutan kehadiran pasukan Amerika di negara itu.

Pada 6 Januari, dua roket menghantam dekat kedutaan AS di ibukota Irak beberapa jam setelah duta besar dipanggil atas pemogokan A.S. yang menewaskan seorang komandan tinggi Iran. Serangan hari Minggu adalah malam kedua berturut-turut di mana Zona Hijau dipukul dan yang ke-15 selama dua bulan terakhir bahwa instalasi A.S. telah ditargetkan.

Pembunuhan Jenderal Iran Qasem Soleimani dalam serangan udara yang ditargetkan awal bulan ini telah memicu kemarahan di jalan Irak, yang mengarah ke nyanyian "Matilah Amerika" dalam sejumlah demonstrasi yang dibumbui di seluruh negeri.

Comments

Popular posts from this blog

CHAD MENDAPATKAN PUJIAN UNI EROPA KARENA TELAH MENGHAPUS HUKUMAN MATI

AS DAN TALIBAN MELAKUKAN KESEPAKATAN YANG BISA MENGARAH PADA PENARIKAN PASUKAN AS

3 mahasiswa di malang tanam ganja di rumah kontrakan